Senja di Kota Lama Semarang

Menikmati suasana kota Semarang saat sore hari di Kawasan Kota Lama rasanya seperti berada di sebuah tempat yang bukan Semarang. Benar-benar berbeda dengan bagian kota Semarang lain yang padat dengan lalu lalang kendaraan dan aktivitas para penghuninya.

Hari Minggu (18/03/2019) kemarin kami meyambangi Kawasan Kota Lama Semarang. Ternyata masih dalam tahap renovasi jalan untuk yang ke-sekian kalinya. Ditargetkan selesai sebelum lebaran 2019 agar bisa digunakan sebagai tujuan wisata kota Semarang.

Selama masa renovasi, mobil atau motor bisa diparkir di area sebelum lokasi renovasi. Yaitu di depan Samsat dan sebelum taman Srigunting.

Meskipun sedang dalam tahap renovasi jalan, lokasi-lokasi wisata kawasan Kota Lama tetap bisa diakses meski untuk beberapa lokasi seperti Gereja Blenduk, Taman Srigunting, dan restoran Sunda Ikan Bakar Cianjur harus ditempuh dengan lebih ekstra hati-hati dikarenakan ada tumpukan material seperti pasir dan paving block.

Tapi semua itu tidak mengurangi semangat kami dalam menikmati suasana Little Netherland di pinggir utara kota Semarang ini. Lokasinya terhitung dekat dengan pelabuhan Tanjung Mas dan Stasiun Tawang. Tepat sekali menjadi tujuan wisata utama bagi kalian yang mau berkunjung ke Semarang menggunakan moda transportasi kereta api.

Lokasi favorit kami tentu saja Taman Srigunting yang asri dan teduh. Cukup membantu kami untuk berteduh dari rintikan hujan. selain itu juga disediakan beberapa alat transportasi jadul seperti sepeda dan becak untuk menambah greget foto selfie kita. Tidak usah takut jika dimintai sumbangan. Seikhlasnya saja kok.

Objek lain yang sering menjadi lokasi selfie di Kawasan Kota Lama Semarang adalah Spiegel Bar & Bistro. Bangunan klasik ala Victorian Belanda ini tak pernah sepi dari pengunjung yang datang meski hanya sekedar mengambil gambar maupun menikmati sajian khas Cafe, Bar dan Bistro seperti Coffee, Cappuccino, Gelato, dan makanan dengan plating yang memanjakan mata. Soal harga jangan khawatir, relatif terjangkau…

Tak terasa, waktu sudah memasuki waktu maghrib sehingga kami memutuskan untuk pulang meskipun sebenarnya masih ingin berlama-lama. See you next time…

.

Pasar Semarangan Tinjomoyo

Pasar Semarangan Tinjomoyo merupakan destinasi digital yang digagas oleh GenPi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang. Memanfaatkan lokasi bekas kebun binatang yang dipindah ke daerah Mangkang.

Kawasan Tinjomoyo dulunya adalah sebuah kebun binatang, namun akibat jembatan penghubung yang berada di aliran sungai Kaligarang putus akibat banjir bandang, akhirnya kebun binatang dipindahkan dan membuat kawasan Tinjomoyo terbengkalai selama bertahun-tahun.


Pada tahun 2017, seiring dengan adanya program Destinasi Digital dari Kementerian Pariwisata, pemerintah kota Semarang dan GenPi Jateng menggagas adanya destinasi digital berbentuk pasar tradisional seperti Pasar Karetan di Meteseh, Boja, Kabupaten Kendal yang sudah menuai sukses sebelumnya.

Pada bulan Maret 2018 Pasar Semarangan Tinjomoyo mulai dikenalkan dan diresmikan pada bulan April 2018 oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihardi. Awal dibuka, Pasar Semarangan Tinjomoyo buka dari Sabtu sore hingga Minggu siang dan selalu ramai pengunjung. Tetapi setelah Lebaran terdengar kabar bahwa Pasar Semarangan sempat tutup karena adanya ketidakharmonisan antara panitia (GenPi) dengan beberapa pemilik lapak.

Untunglah masalah tersebut tidak berlangsung lama dan Pasar Semarangan Tinjomoyo kini hadir kembali dengan konsep yang masih sama tetapi dengan perbaikan disana sini. Salah satunya perubahan jadwal yaitu hanya hari Minggu dari jam 07.00-12.00 WIB.

Jadi buat kalian warga Semarang atau luar kota Semarang, silahkan datang ke Pasar Semarangan Tinjomoyo. Banyak acara seru tiap minggunya, seperti Festival Cinta Puspa dan Satwa hari Minggu, 25 November 2018 di Hutan Wisata Tinjomoyo.

Pasar Karetan Camp & Fest Session 2

Setelah sukses dengan event Pasar Karetan Camp & Fest pada tanggal 17-18 November 2018, akhir minggu ini event serupa akan digelar kembali di Radja Pendapa hari Sabtu dan Minggu tanggal 24-25 November 2018.

Konsep yang diusung adalah nge-camp bareng di tenda-tenda di alam terbuka yang diramaikan dengan beragam acara seperti Bonfire, Barbeque, Coffee Time, Karaoke, dan Jamming Session pada hari Sabtu malam dan dilanjutkan keesokan paginya di hari Minggu dengan Coffee Time, Acoustic Performance, Sharing session, dan Pasar Tradisional (Pasar Karetan).

Kesempatan ini terbuka untuk 100 orang dengan harga tiket Rp. 100K per orang. Pendaftaran dibuka hingga hari Jumat, 23 November 2018. Acara Pasar Karetan Camp & Fest Session 2 akan diramaikan oleh E-Coustic, Danic, Breakfast dan Bintang Tamu Uci Sucita.  Jangan sampai ketinggalan. Ada Doorprize-nya! Masing-masing Rp. 1,5 juta, Rp, 1 juta dan Rp. 500K.

Informasi lengkap dan pendaftaran, hubungi: 0813-9260-9794

.

Simpanglima Semarang

Simpanglima Semarang (Foto: Semarangwingkorolls.net)

Mengunjungi kota Semarang tentu tidak bisa dilepaskan dari kawasan Simpang Lima. Sebuah kawasan yang saat ini menjadi pusat kegiatan warga kota Semarang. Sebagaimana konsep kota pada umunya di Nusantara, Semarang juga mengadopsi hal tersebut. Jika awalnya dulu pusat kota adalah wilayah Kauman, sekarang digantikan oleh Simpang Lima. Konsep tersebut adalah dimana pusat pemerintahan selalu berdekatan dengan tempat ibadah, pasar, dan alun-alun.

Pusat pemerintahan bisa kita lihat di jalan Pahlawan dimana terdapat Kantor Gubernur dan Gedung DPRD. Sedangkan pasar dan tempat ibadah bisa kita lihat langsung saat berada di kawasan “alun-alun” Simpang Lima dalam bentuk pusat perbelanjaan dan Masjid Bairurrahman.

Asal muasal nama Simpang Lima tentu mudah kita pahami adalah karena kawasan ini merupakan sebuah persimpangan dengan 5 (lima) jalan utama kota Semarang yakni jalan Pahlawan, jalan Ahmad Yani, jalan Gajahmada, jalan Ahmad Dahlan, dan jalan Pandanaran.

Apa saja yang bisa kita temukan di Simpang Lima sehingga wisatawan “wajib” datang kesini jika sedang mengunjungi kota Semarang?

Berikut daftarnya:

1. Lapangan Pancasila.

Foto: akhsadew.blogspot.com

Lapangan yang terletak di tengah Simpang Lima merupakan ajang bagi warga Semarang melakukan aktifitas seperti olahraga, hiburan atau sekedar berjalan-jalan menikmati pemandangan. Berbagai acara sering dihelat di lapangan Pancasila. Mulai dari acara hiburan hingga acara kenegaraan seperti upacara Kemerdekaan RI 17 Agustus.

Jika anda berkunjung pada malam hari, suasananya jauh lebih ramai karena sudah tidak panas lagi dan lebih banyak hiburan. Selain itu juga banyak keluarga yang datang mengajak anaknya agar bisa bermain bebas di lapangan.

Acara yang rutin diadakan adalah Car Free Day setiap hari Minggu pagi. Disini lebih meriah lagi karena biasanya ada performance dari anak-anak muda Semarang yang kreatif.

2. Pusat Perbelanjaan.

Mal Ciputra Semarang (Foto: malciputrasemarang.com)

Di kawasan Simpang Lima terdapat beberapa mall antara lain Mall Ciputra dan Plaza Simpang Lima. Dua pusat perbelanjaan ini sudah menjadi ikon kawasan Simpang Lima sejak tahun 90-an dan tetap menjadi tujuan belanja favorit warga Semarang.

Terhubungnya dua mall ini juga memberikan nuansa baru. Jika dulu dua mall ini bersaing, sekarang menjadi terintegrasi karena Plaza Simpang Lima sekarang berubah menjadi pusat penjualan gadget (smartphone, tablet, pc, dan laptop) sedangkan Mall Ciputra menjadi pusat belanja dan lifestyle.

3. Pusat Hiburan dan Kuliner.

Pusat kuliner Simpang Lima (Foto: Murianewscom)

Jika Anda lihat di sekitaran Simpang Lima, pasti ada banyak berjajar pusat kuliner Nusantara yang menyediakan beragam menu. Anda bisa lakukan wisata kuliner sebelum atau sesudah menikmati hiburan seperti nonton film atau berkaraoke. Jam bukanya pun sampai tengah malam.

4. Banyak Pilihan Tempat Menginap. 

Hotel Holiday Inn Express jalan Ahmad Yani Semarang (Foto: Situshotel.com)

Sebagai kawasan wisata belanja sekaligus pusat bisnis dan pemerintahan, kawasan Simpang Lima juga banyak terdapat pilihan tempat menginap. Banyak hotel dengan berbagai kelas yang bisa Anda temukan dengan harga bervariasi. Anda tinggal menyesuaikan saja dengan budget yang tersedia.

5. Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid Raya Baiturrahman (Foto: YPKPI)

Tidak hanya menawarkan gemerlapnya kota, kawasan Simpang Lima juga ada Masjid Raya Baiturrahman sebagai penyeimbang dan mempermudah wisatawan Muslim yang hendak menjalankan kewajibannya. Di Masjid Raya Baiturrahman juga banyak kegiatan kemasyarakatan yang bisa diikuti oleh beragam kalangan seperti Gambang Syafaat atau forum-forum lainnya yang  selaras dengan fungsi. misi, dan misi dari Masjid Raya Baiturrahman Semarang.

*